Kiat-kiat Mengatasi Perselisihan dalam Rumah Tangga



Tiap-tiap keluarga pasti menginginkan keluarga yang samawa. Apakah keluarga yang samawa itu pasti tidak bertengkar? rumah tangganya lempeng-lempeng atau lurus-lurus saja? tentu setiap rumah tangga memiliki problematikanya masing-masing yang tidak jarang memicu pertengkaran.

Pernikahan itu tempat kita belajar dan terus belajar tanpa henti terhadap pasangan. Karena akan selalu ada permasalahan yang kita hadapi baik yang kecil maupun yang besar, dengan itu perlu memupuk terus rasa cinta dan sikap tenggang rasa. Agar meminimalisir pertengkaran.

Selagi pertengkaran itu masih dapat di selesaikan secara cepat dan tuntas, maka kita menyebutnya bumbu romantika. Tapi, jika dibiarkan berlanjut itu yang akan menjadi api di dalam sekam yang siap membakar hubungan rumah tangga. Nah, ini dia kiat-kiat mengatasi perselisihan dalam rumah tangga:

1. Biasakan terbuka
Seringkali perselisihan dalam rumah tangga diawali kurangnya keterbukaan antar suami istri. Dari masalah yang sepele, menjadi masalah besar hanya karena kurang keterbukaan. Walaupun dalam rumah tangga kita harus saling percaya, namun jika tidak terbuka akan mengikis rasa kepercayaan pada pasangan yang menyebabkan pertengkaran.

2. Selalu mengawali meminta maaf
Kita sering merasa tak berbuat salah, tapi sering pula disalahkan pasangan kita. Jangan malu atau enggan meminta maaf. Sampaikan kata maaf dengan kesungguhan, perkataan maaf meredakan emosi.

3. Menghindari hal-hal yang tidak di sukai pasangan
Misalnya, ada pasangan yang tidak menyukai jika kita dekat dengan seorang teman. (Kelihatannya ekstrim ya). Daripada kita menjadi bertengkar dengan pasangan, sebaiknya kita hindari. Atau pasangan kita tak menyukai jengkol padahal dari kecil kita hobinya makan jengkol. Hemm, kalo ini kita harus berkorban tidak makan jengkol selagi pasangan bersama kita. Pas pasangan ke luar kota tidak masalah kita memakannya.

4. Tidak memendam permasalahan
Saat pertengkaran terjadi, sebaiknya langsung dituntaskan. Boleh meredakan suasana panas dulu, tapi jangan berlarut lama. Agar tak berlanjut ke masalah berikutnya. Memendam permasalahan akan menjadikan kita dendam, akhirnya menumpuk rasa kebencian.

5. Komunikasi lancar
Seringkali kesalahan komunikasi terjadi karena kita malas jika permasalahan di bahas jadi pertengkaran. Sebenarnya ada waktu-waktu tertentu yang bisa kita sampaikan pada pasangan agar tak menyulut pertengkaran. Misalnya saat mau berhubungan intim dengan pasangan, sampaikan dengan bahasa yang ringan. 

Bernostalgia dulu, baru sampaikan. Atau kita bisa menyiapkan makanan kesukaannya lebih spesial. Hal-hal yang menyenangkan hati, memudahkan seseorang untuk menerima apa yang kita sampaikan. Komunikasi lancar butuh momen juga, agar tidak terjadi pertengkaran.

Semoga kiat-kiat di atas bisa membantu sahabat Ummi menjaga kehangatan rumah tangga. Karena pernikahan adalah proses belajar yang tiada akhir, maka kita sama-sama belajar untuk terus memahami pasangan kita dan selalu bersabar.

Semoga bermanfaat.

(Sumber:http://www.ummi-online.com)

Subscribe to receive free email updates: